Home / Catatan / Tim Patroli Pemuda Sembilan Anak Talang
patroli pemuda sembilan

Tim Patroli Pemuda Sembilan Anak Talang

Hakiki.or.id, Tim Patroli Pemuda Sembilan Anak Talang – Masyarakat desa Anak Talang, kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inderagiri hilir berupaya menghalau perambah dengan membentuk Tim Patroli Pemuda Sembilan. Tim patroli ini mulai beraktivitas pada tahun 2014 yang diinisiasi oleh Hakiki dan masyarakat desa Anak Talang. Dengan luasan 23.000 Ha, dibutuhkan waktu 2hari satu malam untuk berpatroli di sekitar Hutan Sungai Fatimah dan Hutan Bukit Sosah.

Berawal dari kegiatan pemetaan partisipatif yang difasilitasi hakiki pada tahun 2013 di desa Anak Talang. Masyarakat bercerita tentang perambahan hutan yang terjadi di hutan sekitar desa mereka. Desa Anak Talang menjadi pintu menuju dua kawasan hutan, yaitu Hutan Sungai Fatimah dan Hutan Batu Sosah, yang termasuk kawasan Hutan lindung Bukit Betabuh. Inilah yang yang menjadikan desa Anak Talang sering dilaui perambah yang melakukan perambahan disekitar dua hutan tersebut.Menjadi pintu yang sering digunakan oleh perambah menuju hutan, awalnya warga desa Anak Talang hanya bisa melihat para perambah masuk dan keluar hutan dengan kayu hasil rambahan mereka.

Dari cerita masyarakat tersebut, hakiki mengusulkan untuk dibentuknya tim patroli hutan. Hingga akhirnya pada 2014 hakiki dan masyarakat desa Anak Talang menginisiasi kegiatan patroli hutan. Kegiatan patroli ini bertujuan untuk menghalau para perambah hutan yang sering lalu-lalang di desa Anak Talang.Patroli hutan ini diberi nama Tim Patroli Pemuda Sembilan Anak Talang. Tim patroli ini mempunyai anggota inti 9 orang yang merupakan pemuda desa Anak Talang. Tim ini bertanggung jawab melaporkan kegiatannya ke Datuk Dubalang, Anak Talang. Dari Datuk Dubalang akan dilaporkan ke pihak Kepala Desa yang diteruskan ke Dinas-dinas terkait dan kepolisian.

patroli pemuda sembilan
Tim Patroli Pemuda Sembilan sedang melintasi salah-satu aliran sungai di jalur patroli.(hakiki.or.id)

Tim ini melakukan patroli di hutan Bukit Sosah dan hutan Sungai Fatimah dengan luasan sekitar 23.000 Ha. Biasanya tim ini membawa 4-5 orang warga, tapi juga terkadang sampai 10 orang ikut turun patroli. Diperlukan waktu dua hari satu malam menggunakan sepeda motor untuk patroli. Tercatat tim patroli beberapa kali memergoki perambah sedang melakukan aksinya. Diantaranya, dua kali memergoki perambah di hutan Sungai Fatimah. Sudah dilaporkan ke pihak Polisi Hutan, tapi tidak diketahui kelanjutan proses hukumnya. Perambah juga dipergoki di sekitar hutan bukit Sosah. Kasus tersebut juga mengalami nasib yang sama dengan kasus di hutan Sungai Fatimah.

Tetapi, Tim Patroli Pemuda Sembilan ini selain menghadapi ancaman para perambah di hutan. Mereka juga mengalami kesulitan dana yang digunakan untuk patroli. Sehingga, intensitas patroli mulai berkurang dan efektivitasnya. Hakiki berharap akan ada penguatan terhadap Tim Patroli Pemuda Sembilan ini, baik kapasitas maupun pendanaan. (AS)

Check Also

kotolamo - rimbang baling

Kotolamo, Salah Satu Benteng Rimbang Baling

Hakiki.or.id – Kenegarian Kotolamo, sebuah komunitas masyarakat adat yang berada di SM (Suaka Margasatwa) Rimbang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>