Home / Catatan / Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Mahato serta Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
kawasan strategis nasional
Dr Ir H Dwi Agus Sumarno MM MSi, sedang memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Mahato serta Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru.

Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Mahato serta Kawasan Strategis Nasional Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Hakiki.or.id – Satuan Kerja Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau, mengadakan rapat koordinasi Raperpres Rencana Tata Ruang (RTR), kawasan strategis nasional (KSN) Hutan LIndung Mahato serta Kawasan Strategis Nasional (KSN) Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Berlangsung pada tanggal 1-3 Juni 2016 di Hotel Angkasa Garden, Pekanbaru. Tercatat beberapa satker dilingkungan provinsi dan pemda menjadi undangan rapat koordinasi ini. Tercatat ada satker dari lima kabupaten, yaitu Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Kampar, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Diundang juga perwakilan dari provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Selain dari pemerintah daerah dan pusat, hadir juga beberapa akademisi dan beberapa NGO Riau, termasuk Hakiki.

Rapat koordinasi dalam bentuk diskusi desk ini dilakukan sebagai upaya percepatan target penyelesaian Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN). Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Lebih khusus membahas KSN Hutan Lindung Mahato serta KSN Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. “Harga dan produksi minyak yang turun membuat pendapatan daerah Riau menjadi turun. KSN ini diharapkan bisa menjadi peluang PAD. Yang antara lain dijadikan ekowisata” tutur Dr Ir H Dwi Agus Sumarno MM MSi dalam sambutan pembukaan acara tersebut.

 

Peta KSN HL Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Peta KSN HL Bukit Batabuh dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, dimana Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling masuk dalam KSN tersebut.

 

Sesuai dengan undang-undangnya, ada 5 aspek kawasan yang dipertimbangkan menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN). Aspek tersebut bisa meliputi kawasan pertahanan dan keamanan, kawasan sosial budaya, kawasan ekonomi, kawasan lingkungan hidup dan kawasan teknologi tinggi. Percepatan pembahasan Raperpres terkait KSN ini anatara lain menjamin kelestarian lingkungan hidup. Kebijakan tata ruang yang ditawarkan antara lain pemeliharaan, pelestarian, dan daya dukung lingkungan hidup. Serta pengembangan kawasan dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.

Sedangkan strategi pemeliharaan, pelestarian dan daya dukung lingkungan hidup dilakukan dengan mempertahankan luasan kawasan berfungsi lindung dan merehabilitasi serta merevitalisasi kawasan yang terdegradasi, mengembalikan dan meningkatkan fungsi kawasan lindung yang telah menurun akibat kegiatan budidaya, dalam rangka mewujudkan dan memelihara kesimbangan ekosistem wilayah. Lalu, mencegah dan membatasi kegiatan pemanfaatan ruang yang berpotensi mengurangi fungsi lindung di kawasan dengan melakukan berbagai upaya, termasuk penegakkan hukum, mengelola kawasan berbasis kearifan lokal dengan penguatan kembali kelembagaan adat dengan memperhatikan kekhususan secara efektif. Dan yang terakhir, mengendalikan dan membatasi intensitas kawasan terbangun untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan hutan.

 

Peta KSN HL Mahato
Peta KSN HL Mahato

 

Diskusi yang dibagi menjadi dua ruangan, ruangan satu membahas KSN Hutan Mahato dan lainnya membahas KSN HL B. betabuh dan TN B. Tiga Puluh. Hakiki beranggapan bahwa Raperpres ini masih mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Padahal, seperti yang diketahui bahwa lokasi pengajuan KSN Hutan Lindung Mahato dan KSN Hutan Lindung Bukit Batabuh dan Taman Nasional Tiga Puluh merupakan kawasan hidup masyarakat adat seperti, Talang Mamak di KSN HL B. Batabuh dan TN B. Tiga Puluh, beberapa kekhalifahan di SM Rimbang Baling dan HL Mahato. Sesuai dengan salah satu strategi pemeliharaan, pelestarian dan daya dukung lingkungan hidup diatas, seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah yang bisa dirumuskan langsung dalam Raperpres tersebut. Beberapa NGO/CSO akan mengaadakan diskusi-diskusi lanjutan mengenai materi-materi Raperpres tersebut. Dalam dua bulan yang akan datang, diharapkan materi-materi hasil diskusi dapat diajukan untuk menjadi bahan Raperpres. (AS)

Check Also

kotolamo - rimbang baling

Kotolamo, Salah Satu Benteng Rimbang Baling

Hakiki.or.id – Kenegarian Kotolamo, sebuah komunitas masyarakat adat yang berada di SM (Suaka Margasatwa) Rimbang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>